Saturday, January 16, 2010

Bagian-bagian Kamera 2

Pada dasarnya setiap camera video terdiri dari 3 bagian,yaitu:
1.Lensa
2.Body Camera
3.VTR/recorder
Lensa mempunyai fungsi menangkap obyek secara optik yang menghasilkan gambar dan di teruskan ke permukaan tabung kamera(natinya oleh tabung camera di ubah lagi dari optik ke elektrik).
Jenis lensa di bedakan menurut panjang focalnya (jarak antara pusat optik lensa dengan titik di mana gambar terlihat dalam keadaan focus)

JENIS LENSA
1.Lensa normal
lensa ini biasa di sebut lensa standart karena gambar yang di hasilkan bersifat biasa dan datar tidak ada distorsi/melengkung.
2.Lensa tele
lensa dgn focal length panjang,jika menggunakan lensa ini subyek jadi terasa dekat sehingga kedalaman menjadi kurang.Keuntungan menggunakan lensa ini kita dpt mengambil gambar dari jarak jauh,ruang tajam yang sempit sehingga obyek terlihat lebih jelas.Kerugiannya di samping kedalamnya kurang,goyangan sangat terasa pada hasil rekaman.
3.Lensa wide
lensa dgn focal length pendek,dapat mengambil gambar dgn sasaran yang lebih luas,namun penggunakan lensa wide ini memberikan efek distorsi/melengkung

BODY CAMERA
Body camera ini berisi tabung pengambil gambar (pick up tube) yang berfungsi untuk merubah gambar optik yang di hasilkan lensa menjadi sinyal elektrik.
Di body camera ini biasanya juga di lengkapi dgn beberapa fasilitas camera seperti: white balance,shuuter speed,digital efek dll tergantung jenis camera dan kebutuhannya

VTR/RECORDER
Vtr berfungsi sebagai alat perekam gambar dan suara
Di beberapa camera ada yg recordernya terpisah namun ada juga yang menyatu dgn body camera,kelebihan jika recordernya jadi satu adalah keringanan dan efesiensi waktu.

:29:

READ MORE - Bagian-bagian Kamera 2

Mengenal White Balance (WB dan Black Balance ( BB)

:01:

WHITE BALANCE & BLACK BALANCE

White Balance : Prosedur untuk mengkoreksi warna gambar dari kamera dengan mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum cahaya. Umumnya prosedur ini menggunakan cahaya putih sebagai dasar.

Salah satu kewajiban cameraman sebelum merekam gambar adalah harus mengeset white balance kamera terlebih dulu. Pada intinya televisi atau video menerima cahaya dari 3 warna primer RGB, red, green, dan blue. Bila ketiga warna ini dipadukan dalam perbandingan yang sama, maka akan menghasilkan warna cahaya putih.Itulah mengapa “white balance” di lakukan pada kamera dengan menggunakan obyek yang berwarna putih Warna putih inilah yang harus kita sesuaikan agar obyek putih benar-benar terlihat putih di lensa kamera. Padahal warna putih jika terkena cahaya warna lain sedikit saja akan berubah, seperti kekuning-kuningan atau kebiru-biruan. Jika di luar ruang/outdoor, maka warna yang ditangkap kamera video cenderung kebiru-biruan. Sedangkan di dalam ruangan/indoor cenderung kemerah-merahan.

ARTI RGB

RGB juga mempunya arti,mengapa kita menyebutnya RGB? Bukan RBG atau BGR?

Ini ada hubungannya dengan Human Skin Tones (warna kulit manusia) di mana didominasi oleh elemen warna merah (RED),lalu hijau (GREEN) dan terakhir biru (BLUE) atau dikenal dengan rumus R>G>B,Itulah mengapa dalam tehnik Chroma Key di gunakan latarbelakang warna biru atau hijau bukan merah.

Untuk itulah di beberapa kamera video dilengkapi filter koreksi warna dan white balance yang dipasang di antara lensa dan tabung kamera. Pada umumnya kamera video dilengkapi 2 filter koreksi untuk outdoor dan indoor. Tetapi ada juga yang dilengkapi 4 jenis filter koreksi warna.

WHITE BALANCE

White balance harus di lakukan jika:

1.Kamera baru di hidupkan

2.Kaadaan cahaya berubah misalnya dari cahaya matahari ke cahaya buatan

3.Ketika menggunakan lampu lampu tambahan

4.Ketika berubah kedudukan dari indoor ke outdoor dan sebaliknya

Cara mengatur white balance secara umum di lakukan dengan:

1.Atur filter sesuai kondisi cahaya

2.Arahkan kamera ke obyek berwarna putih,usahakan jangan yang memantul

3 Atur iris dan focus

4.Kemudian tekan tombol”white balance”

BLACK BALANCE

Black balance adalah sama seperti pengaturan pada white balance.

Jika white balance memberi rujukan kamera ke arah warna putih maka black balance memberi rujukan ke warna hitam,Namun fungsi ini biasanya hanya ada pada kamera jenis professional dan tidak pada kamera consumer.

Black balance juga mesti dilakukan pada awal sebelum kita melakukan pengambilan gambar,bilamana ‘filter’ dan ‘gain level’ serta juga keadaan cahaya di ubah atau berubah.

Black balance yang tidak sempurna akan menunjukan warna warna yang tidak sempurna terutama pada area gelap pada gambar yang di rekam

Cara mengatur ‘black balance’;
- Pertama tama atur ‘white balance’
- Kemudian atur ‘black balance’
- Terakhir atur kembali ‘white balance’

PENGARUH CAHAYA DALAM VIDEO

Subyek yang di rekam akan kelihatan jelas dan cerah bila berada dalam suasana cahaya yang terang.Misalnya suasana siang hari yang cerah memberikan cahaya yang ideal untuk rekaman luar (out door).Kamera memerlukan cahaya yang minimum untuk membuat suatu rekaman.

Intensitas suatu sumber cahaya di ukur dengan ukuran LUX,umpamanya lilin menghasilkan sejumlah 10Lux,semakin tinggi jumlah lux cahaya,maka semakin baik rekaman video yang dihasilkan.Video yang baik hanya dapat di hasilkan oleh suasana cahaya yang berukuran lebih 900Lux.

Cahaya siang yang cerah menghasilkan ukuran cahaya sebesar 35.000 Lux kadangkala meningkat sampai 100.000 Lux,namun cahaya yang sebesar ini tidak mampu di tangani oleh camera video,misalnya siang hari atau tepi pantai/salju biasanya di kurangi dengan menggunakan ‘filter Neutral Density (ND)’.

READ MORE - Mengenal White Balance (WB dan Black Balance ( BB)

Naskah Skenario

Naskah Skenario:01:

naskah-skenario

Naskah berfungsi sebagai pedoman bagi kita dalam membuat film, artinya menjadi penuntun kita dalam pengambilan gambar dan suara. Jadi sebuah naskah pada umumnya berisi tentang urutan gambar yang harus diambil dengan kamera dan suara yang harus direkam baik itu berupa narasi, dialog, musik maupun sound effect.

Agar lebih mudah, (bagi pemula) lembaran naskah dibagi menjadi dua kolom. Pada kolom sebelah kiri dituliskan urutan gambar yang akan diambil dengan kamera serta penjelasan tentang sudut pengambilan gambar itu. Jadi pada kolom ini dapat diketahui apakah gambar harus diambil dalam close up, medium shot, long shot, dan sebagainya. Pergerakan kamera dari kiri ke kanan, atas kebawah, jauh ke dekat dan sebagainya dapat juga dituliskan dalam kolom ini. Kolom ini dinamakan kolom visual.

Sedangkan untuk kolom sebelah kanan dicantumkan narasi atau dialog para pemain, musik, sound effect dan suara lain yang harus direkam. Pada kolom ini dapat diketahui apakah suara yang direkam berupa background ataukah transisi dan sebagainya. Kolom ini dinamakan kolom audio. Untuk membedakan, semua informasi yang tidak disuarakan ditulis dengan huruf besar, sedangkan dialog yang akan dibacakan tokoh pemain ditulis dengan huruf kecil.

Identifikasi program berisi tentang keterangan program atau film yang akan diproduksi. Judul, durasi, format program, dan lain-lain dapat dicantumkan pada bagian ini.

Sinopsis atau ringkasan cerita diperlukan untuk memberikan gambaran secara ringkas dan padat tentang tema atau pokok cerita secara keseluruhan dalam film.

Sinopsis dapat berisi tentang hal-hal berikut:

· Garis besar jalan cerita.

· Tokoh protagonis.

· Tokoh antagonis.

· Tokoh-tokoh penting penunjang langsung plot utama maupun sub plot.

· Problema utama dan problema-problema penting yang sangat berpengaruh pada jalan cerita.

· Motif utama dan motif-motif pembantu action yang penting.

· Klimaks dan penyelesaian

· Kesimpulan.

Sebelum naskah menjadi sebuah skenario film maka sangat perlu untuk membuat treatment. Treatment adalah uraian yang menggambarkan alur penyajian sebuah cerita film. Agak berbeda dengan sinopsis, treatment mencoba memberikan uraian ringkas secara deskriptis tentang bagaimana suatu episode suatu cerita. Dengan membaca treatment kita mendapat gambaran urutan adegan visual yang akan nampak pada screen.

Cara penyampaian pada bagian treatment harus sudah filmik dan seplastis mungkin agar mudah dibayangkan dan merangsang imajinasi. Maka cara penuturannya dibuat pendek-pendek. Pembaca diharapkan sudah bisa membayangkan adegan yang dimaksud.

Storyboard adalah rentetan gambar yang menerangkan detail pengambilan adegan demi adegan. Biasanya adegan digambar seperti format komik. Dalam hal ini tidak dituntut keahlian menggambar, yang dipentingkan adalah gambar dapat dipahami dan menterjemahkan adegan.

Skenario adalah naskah yang berisi cerita atau gagasan yang telah didisain cara penyajiannya, agar komunikatif dan menarik disampaikan dengan media film. Nama lainnya adalah screenplay atau film script. Skenario merupakan petunjuk operasional dalam pelaksanaan pengambilan gambar. Dalam skenario sudah tampak teknik pengambilan gambarnya serta dialog lengkapnya.

Karena skenario lebih merupakan naskah kerja di lapangan, maka kalimat-kalimat deskripsi harus penek-pendek, agar cepat memberikan pengertian, dan segera bisa memproyeksikan adegan film pada khayalan si pembaca.

Istilah dalam penggunaan efek visual

· In : gambar masuk atau terlihat.

· Out : gambar keluar (tidak terlihat).

· Fade In (FI): gambar muncul perlahan-lahan.

· Fade Out (FO): gambar terlihat hilang secara perlahan-lahan.

· Super impose : menampilkan sesuatu diatas gambar (biasanya judul atau caption).

· Dissolve : pembauran atau pergantian gambar secara perlahan (gambar pertama menggantikan gambar kedua hampir bertumpukan).

· Wipe : teknik mengganti gambar secara langsung (switching) dengan penghapusan.

· Off Screen (OS) : objek tidak tampak pada layar, hanya suaranya saja.

Scene dan Sequence

Scene merupakan peristiwa atau hal yang berlangsung di suatu tempat dan waktu tertentu. Scene juga merupakan rangkaian shot yang membentuk suatu adegan. Sedangkan sequence adalah kumpulan dari scene yang merupakan satu kesatuan kejadian.

IDENTIFIKASI PROGRAM
Judul :

Model Pemrosesan Informasi Dan Pengembangan Keterampilan Berfikir

Sasaran :

· Guru

· Mahasiswa

Tujuan :

Sasaran memahami tentang model pemrosesan informasi dan pengembangan keterampilan berfikir.

Materi Program :

1) Active Teaching

2) The Model Approach : A need for instructional alternatives.

3) Pemrosesan Informasi.

4) Keterampilan berfikir di dalam kelas.

Durasi :

30 menit

Format Penyajian:

Formal Feature

Skenario

SCENE 1

NO

VISUAL

AUDIO

1

IN

CU : CAPTION

UniVersal

OUT

IN MUSIK INSTRUMENT

2

IN

CU : CAPTION

Present

FO

MUSIK INSTRUMENT

3

FI

ESTABLISHING SHOT LINGKUNGAN KAMPUS

SUPER IMPOSE JUDUL

MODEL PEMROSESAN INFORMASI DAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERFIKIR

FO

MUSIK INSTRUMENT

4

IN

BCU SEBUAH BUKU YANG DIPEGANG, KEMUDIAN ZO PERLAHAN HINGGA TERLIHAT SEORANG MAHASISWA SEDANG BERADA DIPERPUSTAKAAN MENCARI BUKU, MEMBACA, MENCATAT

CUT

MUSIK INSTRUMENT DOWN – UNDER

NARR (OFF CAM) : Belajar efektif akan terjadi bila Pebelajar secara aktif melibatkan diri dalam organisasi untuk mencari hubungan dalam sistem informasi yang mereka butuhkan.

5

IN

MCU SEORANG DOSEN MENERANGKAN, ZOOM OUT PERLAHAN HINGGA FS ,KEMUDIAN KAMERA PAN TO MAHASISWA SAMBIL ZOOM OUT SAMPAI MLS RUANGAN KULIAH TERLIHAT DOSEN SEDANG MEMBERI KULIAH

CUT

BG MUSIK INSTRUMENT

NARR (OFF CAM) : Berbeda dengan belajar yang pasif, Pebelajar hanya tinggal menerima pengetahuan yang sudah siap diberikan dari Pengajar.

6

IN

MS PINTU RUANG KULIAH KAMERA PAN TO PRESENTER

SETTING DI LUAR RUANGAN KULIAH

CUT

MUSIK FO

PRESENTER : Pemirsa sekalian, kegiatan belajar yang efektif bukan hanya meningkatkan potensi untuk menyimpan hasil belajar tetapi juga mengembangkan dan memperbaiki keterampilan berfikir.

Yang perlu kita ingat adalah bahwa tidak ada metode mengajar tunggal yang sesuai untuk mencapai setiap tujuan pendidikan /pengajaran.

Untuk itu dalam program video pembelajaran ini akan diketengahkan pokok bahasan tentang :

7

IN

CU : CAPTION

1. Active Teaching

2. The model Approach : A Need For Instructional Alternatives

3. Pemrosesan Informasi

4. Keterampilan berfikir Di Dalam Kelas

OUT

PRESENTER (OFF CAM) :

Active Teaching

The model Approach : A Need For Instructional Alternatives

Pemrosesan Informasi

Dan yang terakhir

Keterampilan berfikir Di Dalam Kelas

8

IN

PRESENTER

SETTING DI LUAR RUANGAN KULIAH

OUT

PRESENTER :

Nah pemirsa mari kita saksikan bersama pokok bahasan yang pertama.

SCENE 2

9

IN

SETTING SEBUAH RUANG KELAS, SISWA SEDANG RIBUT, KEMUDIAN MASUK GURU. SISWA BERANGSUR TENANG.

SUPER IMPOSE

ACTIVE TEACHING

CUT

FI

SUARA GADUH DAN RAMAI DI KELAS

SUARA LANGLAH KAKI PAK GURU MENDEKAT DIIKUTI DENGAN

SUARA GADUH DOWN

FO

10

IN

MCU GURU DENGAN WAJAH BERWIBAWA

CUT

GURU : Ehm, ehm … Selamat pagi anak-anak !

Hari ini kita akan mencoba pendekatan baru yang sedikit berbeda dengan yang kemaren untuk mempelajari bahasan Imigrasi di Amerika.

Kalian mau mencoba ?

11

IN

LS SISWA-SISWA

WIPE

SISWA-SISWA : (SERENTAK) Ya pak … . Baik pakkk

12

IN

FS GURU DARI DEPAN SEHINGGA TAMPAK SISWA-SISWA DARI BELAKANG

WIPE

GURU : Baik , begini ….. disamping membaca kelompok imigran yang berbeda, Saya tugaskan kalian masing-masing untuk menginterview seorang imigran. Mengerti ?

SISWA-SISWA : Mengerti Pakk ….

GURU : Baik (SAMBIL MENGANGGUK-ANGGUK), jika nanti kalian menemui kesulitan, saya akan siap membantu ( SAMBIL TERSENYUM BERSEMANGAT )

13

IN

MLS DARI SAMPING TAMPAK GURU MENERANGKAN TUGASNYA LEBIH LANJUT DAN SISWA-SISWANYA MENDENGAR DENGAN CERMAT

FO

NARR IN + (BG SUARA GURU MENERANGKAN DAN SISWA YANG MEMBERI RESPON )

NARR (OFF CAM ): Bila seorang guru ingin membantu siswa belajar maka guru harus mampu memilih dan menggunakan strategi mengajar yang menyebabkan siswa mau belajar.

14

FI

PRESENTER

SETTING DI LUAR KELAS

CUT

PRESENTER : Guru pada adegan yang baru anda lihat tadi (MENUNJUK KE KELAS) melakukan tugas mengajarnya dengan sungguh-sungguh, ketika seorang guru memperlihatkan sikap mental yang positif terhadap siswa maka sebenarnya guru tersebut telah menerapkan Active Teaching.

Pemirsa, berikut adalah Ciri-ciri Active Teaching.

15

IN

CU : CAPTION

Ciri Active Teaching :

Ciri Active Teaching :

1. Guru dengan tujuan tertentu merencanakan belajar siswa.

2. Terlibat dalam analisis tujuan dan mampu menyeleksi strategi mengajar yang sesuai dengan tujuan

3. Menerima beban tanggung jawab sebagai guru

4. Menekan prioritas pentingnya strategi mengajar yang melibatkan siswa dalam proses belajar.

OUT

FADE IN MUSIK INSTRUMENT

16

IN

PRESENTER, SETTING DI LUAR KELAS

CUT

MUSIK INSTUMENT DOWN - UNDER

PRESENTER : Nah pemirsa mari kita lanjutkan ke pokok bahasan kedua.

SCENE 3

17

IN

CU CAPTION

THE MODEL APPROACH

FO

MUSIK INSTRUMENT UP KEMUDIAN FADE OUT

18

IN

MCU MAHASISWA I , SETTING DI HALAMAN KAMPUS

CUT

FADE IN

MHS 1 : Eh tahu , nggak persamaan antara seorang guru dan seorang arsitek ?

19

IN

MLS MAHASISWA I,II,III

CUT

MHS 2 : jelas beda dong.

MHS 1 : Eh, ada persamaannya.

MHS 2 : Apa ?

20

IN

MCU MAHASISWA I

CUT

MHS 1 : Sebelum kerja mereka sama-sama harus memilih model !

22

IN

MCU MAHASISWA II DAN III

CUT

MHS 2 DAN 3 (BERSAMAAN) : Model ????

23

IN

MCU PRESENTER SETTING DI HALAMAN KAMPUS

CUT

PRESENTER : Ya Pemirsa, tahukah anda apakah model itu?

Model adalah petunjuk rancangan strategi mengajar untuk menyempurnakan tujuan mengajar yang khusus.

Untuk lebih jelasnya tentang hubungan model mengajar dengan proses belajar, mari kita bandingkan bagaimana seorang guru dan arsitek dalam menggunakan model.

24

IN

MLS SEORANG ARSITEK SEDANG BERADA DI LOKASI PROYEK MENGAMATI SEBUAH LAHAN

CUT

IN

NARATOR (OFF CAMERA) : Seorang Arsitek dalam melaksanakan proyek pertama kali akan mengidentifikasi tipe bangunan yang akan dibangun.

25

IN

LS GEDUNG TINGGI

CUT

NARATOR : Apakah itu gedung,

26

IN

LS JEMBATAN LAYANG

CUT

NARATOR : Jembatan,

27

IN

LS JALAN RAYA

CUT

NARATOR : Atau jalan.

28

IN

MS ARSITEK SEDANG MEMILIH SEBUAH GULUNGAN-GULUNGAN BLUEPRINT DENGAN MIMIK MUKA SERIUS DAN MENGANGGUK-ANGGUK

SETELAH MEMILIH SATU DIANTARA BANYAK GULUNGAN

CUT

NARATOR (OFF CAM): Untuk melakukan tugas tersebut, suatu disain yang cocok atau blueprint untuk merealisasikan bangunan, tipe struktur akan dipilih dengan cermat.

Karena tipe blueprint yang dipilih tergantung pada tipe struktur yang akan dibangun.

29

IN

MS SEORANG GURU SEDANG MENGAJAR.

CUT

NARATOR : Sedangkan seorang guru dalam melaksanakan kegiatan mengajar, akan mengidentifikasi apa yang diajarkan kemudian melakukan seleksi komponen pengajaran sesuai dengan komponen tujuan.

30

IN

MCU PRESENTER

SETTING DI LUAR GEDUNG KAMPUS.

CUT

PRESENTER :

Seperti blueprint, model mengajar adalah suatu desain untuk mengajar.

Nah pemirsa sekarang kita ikuti pokok bahasan selanjutnya.

SCENE 4

31

IN

CU : CAPTION

INFORMATION PROSESSING

OUT

IN MUSIK INSTRUMENT

32

IN

CU : CAPTION

INFORMASI PROSESSING

MENGORGANISASI INFORMASI

TERBENTUK POLA

DIMANFAATKAN

CUT

MUSIK DOWN - UNDER

NARATOR (OOF CAM) :

Informasi prosessing dapat dianggap sebagai cara seorang mengorganisasi informasi yang kemudian digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan kejadian dalam pengalaman belajarnya.

Tujuan informasi prosessing terfokus pada kemahiran menguraikan pengetahuan melalui analisis data.

33

IN

CU : CAPTION

1.Siswa memperoleh pokok-pokok informasi yang bermanfaat bagi dirinya

2.Siswa mengembangkan keterampilan berfikir yang akan menyiapkan mereka untuk belajar menurut kemampuannya

CUT

NARATOR :

Maka Guru yang terfokus pada tujuan informasi prosessing memiliki dua tujuan khusus yaitu :

1) Membantu siswa memperoleh pokok-pokok informasi yang bermanfaat bagi dirinya

2) Membantu siswa mengembangkan keterampilan berfikir yang akan menyiapkan mereka untuk belajar menurut kemampuannya

34

IN

SETTING DI DALAM PERPUSTAKAAN

FS PRESENTER KEMUDIAN PAN TO PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN.

CUT

PRESENTER :

Strategi mengajar dengan informasi prosessing berdasar pada pandangan bahwa pelajar adalah subyek yang aktif menemukan informasi dari lingkungan bukan objek penerima yang pasif.

35

IN

FS PRESENTER

DI DALAM RUANG LABORATORIUM.

TERDAPAT SISWA SEDANG PRAKTEK

CUT

PRESENTER :

Dalam informasi prosessing otak dipandang sebagai organ yang fungsinya mengaktifkan penemuan, pemilihan, berkehendak, mengatur, menyimpan dan pada saat yang sama mengeluarkan kembali dan menggunakan informasi itu.

Contohnya coba perhatikan kata-kata berikut:

36

IN

CU : CAPTION

A B

APEL APEL

KUCING NANAS

ANJING PISANG

PALU KUCING

NANAS ANJING

PISANG KUDA

KUDA PALU

PAKU PAKU

NARATOR:

Kata-kata pada urutan B akan lebih mudah diingat oleh siswa daripada pada urutan A.

Hal ini karena mereka menggunakan strategi ingatannya yang terkait dalam bentuk materi baru, berada dalam struktur kognitif. Mereka menggolongkan kata-kata kedalam kategori seperti buah, hewan, dan alat.

37

IN

FS PRESENTER

SETTING IN DOOR

CUT

PRESENTER : Hal ini membuat suatu kepercayaan bahwa komponen yang sangat menarik dalam penelitian tentang belajar bukan pada masalah rangsangan dan tanggapan, melainkan pada apa yang berlangsung dalam kepala pembelajar saat mereka menghadapi tugas/ masalah.

Proses informasi melibatkan dua hal pokok yaitu penataan ilmu pengetahuan yang terorganisasi dan keterampilan intelektual yang diperlukan untuk belajar mandiri.

SCENE 5

38

IN

CU : CAPTION

KETERAMPILAN BERFIKIR DI DALAM KELAS

CUT

IN MUSIK INSTRUMENTAL

39

IN

MCU PRESENTER

SETTING IN DOOR

CUT

MUSIK DOWN – UNDER

PRESENTER : Nah pemirsa kita telah menginjak pada pokok bahasan yang terakhir yaitu Keterampilan Berpikir di dalam Kelas.

Sebagai ilustrasi jenis kegiatan yang mengembangkan keterampilan berfikir, mari kita telaah contoh berikut :

40

IN

LS KEBUN BINATANG

CUT

NARATOR :

Contoh Pertama adalah Karya wisata ke kebun binatang ,

41

IN

MLS BEBERAPA SISWA SEDANG MENCATAT DAN MENGAMATI HEWAN DI KEBUN BINATANG

CUT

NARATOR :

yang disertai dengan tugas guru berupa menyusun semua hewan yang mereka lihat ke dalam kelas-kelasnya. Kemudian dibagi dalam kelompok-kelompok anggota berdasarkan kesamaan,

42

IN

MLS GURU DAN SISWA SEDANG BERDISKUSI DI AREAL KEBUN BINATANG

CUT

NARATOR :

dan mereka mendiskusikan yang menjadi dasar pengelompokan

43

IN

CU : CAPTION

GAMBAR SISTEM PEREDARAN DARAH

NARATOR :

Contoh kedua adalah Guru Biologi yang menginginkan siswanya mengetahui bagaimana proses system peredaran darah beroperasi.

44

IN

MS STASIUN POMPA

CUT

NARATOR : Untuk menguatkan gagasan ini , siswa diminta untuk membentuk analogi dengan sistem air PAM di kota. Siswa membuat perbandingan antara analogi bagian-bagian system seperti stasiun pompa,

45

IN

LS SUNGAI DI PERKOTAAN

CUT

aliran sungai, besar sebagai sumber air,

46

IN

MLS KANTOR PDAM

FO

pengolahan air,

47

FI

KRAN AIR MENGUCUR

FO

Dan cara pengalihan nya.

48

FI

PRESENTER IN DOOR

CUT

PRESENTER : Marilah kita simak pengertian “similaritas” pada contoh tadi.

Pertama : masing-masing guru berupaya untuk mengkomunikasikan beberapa jenis pengetahuan materi pelajaran bertemu. Pencapaian pengetahuan adalah tujjuan pusat dari masing-masing pelajaran. Pengembangan keterampilan berfikir bukan dicari pada muatan materi pelajaran.

49

IN

MLS GURU DAN SISWA SEDANG BERDISKUSI DI AREAL KEBUN BINATANG

CUT

Kedua : Siswa dilibatkan dalam membuat perbandingan , mencari pola, membentuk dan mendokumentasi keinginan dan mengembangkan generalisasi.

50

IN

PRESENTER IN DOOR

CUT

Inti dari mengajar siswa keterampilan berfikir adalah bahwa siswa diberikan banyak kesempatan dan pengalaman dalam mencari ilmu.

Nah pemirsa bahasan demi bahasan telah kita lalui bersama dan kini sampailah kita pada akhir pembelajaran.

Selamat berkarya dan sampai jumpa!

51

IN

CREDIT TITLE

OUT

IN MUSIK INSTRUMENTAL

OUT

READ MORE - Naskah Skenario

Sejarah Televisi

Pengenalan Televisi

Produksi televisi adalah proses yang kompleks. Pertama kita harus tahu bahwa dunia televisi adalah kumpulan dari suatu sistem. Sistem terdiri dari input, proses dan output.

peng_televisi-1

Kamera televisi, studio, pengarah televisi, semua adalah sistem. Dalam hal ini kita mengenal dua sistem living system (contoh: pengarah televisi) dan machine system (contoh: kamera, studio).

Seorang Pengarah televisi adalah suatu sistem yang hidup. Kamera dan monitor itu adalah sistem mesin. Kedua sistem dapat berfungsi bersama-sama. Kamera televisi dan operator nya membentuk suatu sistem manusia dan mesin. Studio televisi adalah juga suatu sistem manusia dan mesin. Ada suatu perbedaan di dalam tingkatan antara suatu sistem operator kamera dan sistem studio televisi. Sistem operator kamera saling berinteraksi dengan sistem operator kamera yang lain, sistem mikropon, sistem pencahayaan, para aktor, dengan direktur, dan seterusnya. Semua operasi berinteraksi dan memungkinkan sistem studio menyiarkan suatu acara televisi.

Saat radio tengah berkembang sebagai media penyiaran utama di akhir tahun 1920-an dan film-film tengah dicoba dengan “percakapan”, beberapa orang mulai memikirkan atau berpikir tentang bagaimana radio dan gambar sebagai langkah selanjutnya. Para pemirsa menyukai film-film bergambar sama seperti mereka menyukai radio pada tahun 1920-1940. Mengapa tidak menggabungkan keduanya?

Pada tahun 1920 dan 1930 teknologi televisi berkembang tahap demi tahap. Dan pada dekade selanjutnya, televisi diputar di seluruh dunia. Penyiaran pertama di Inggris tahun 1935. Di Amerika pertama kali menyiarkan pertandingan base ball Columbia melawan Yale tahun 1939.

Pada tahun 1952, muncul gagasan untuk mendirikan stasiun televisi. Meskipun jumlah pesawat televisi saat itu di Indonesia masih belum banyak namun sepuluh tahun kemudian yaitu pada tahun 1962 berhasil didirikan Televisi Republik Indonesia.

Ada tiga pemikiran yang menjadi dasar berdirinya TVRI. Pertama, secara politis akan menguntungkan pemerintah dalam kampanye pemilu. Kedua, dapat membentuk rasa persatuan bangsa Indonesia. Ketiga, bangsa Indonesia akan mendapatkan prestise sebagai bangsa yang modern dengan adanya stasiun televisi.

Pada awal berdirinya, TVRI memiliki tujuan yang jelas dan bukan sekedar pemenuhan hiburan seperti televisi di luar negeri saat itu. Hal ini terlihat jelas pada Keputusan Presiden No27 tahun 1963 “ televisi nasional Indonesia memiliki fungsi sebagai sebuah instrumen komunikasi dalam kerangka mental, spiritual, dan fisik sebagai bagian proses pembangunan bangsa Indonesia, khususnya menuju pembangunan manusia Indonesia sosialis”.

Untuk mendukung penyampaian pesan lewat TVRI, pemerintah menyediakan pesawat televisi di ruang-ruang publik dan menyebarkan 10.000 pesawat bagi pegawai negeri. Saat itu pemerintah sangat melindungi masyarakat Indonesia dari serbuan program-program asing.

Kemudian pemerintahan orde lama berakhir dan digantikan oleh orde baru. Pada pemerintahan ini TVRI memiliki tiga tujuan utama yaitu memajukan kesatuan dan persatuan nasional, memajukan stabilitas nasional dan memajukan stabilitas politik.

Tayangan TVRI pada jaman ini tidak jauh berbeda dengan jaman orde lama. Mengemukakan wacana dari pemerintah pusat Jakarta seperti gunting pita pada peresmian gedung-gedung, petani yang sejahtera, panen di desa, kesaktian ideologi Pancasila, dll. Yang berbeda hanyalah kata sapaan “saudara” oleh TVRI kepada pemirsanya. Hal ini menjadikan penonton diikat oleh rasa kolektivitas kekerabatan meskipun berada pada wilayah yang berbeda.

Pada akhir tahun 1980-an, masyarakat mulai jenuh terhadap tayangan TVRI. Hal ini ditangkap oleh beberapa pengusaha yang kemudian mendirikan stasiun televisi swasta bernama Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Kehadiran RCTI tentu saja membuat dunia pertelevisian Indonesia menjadi tidak lagi sederhana.

Televisi tidak lagi sebagai ajang institusi politis saja tetapi juga sebagai institusi bisnis. Iklan mulai dijadikan tumpuan keberlangsungan hidup suatu media. pemirsa pun jadi terpilah menjadi kelas atas, menengah dan bawah.

Pada awal berdirinya RCTI masih mengudara pada Saluran Siaran Terbatas (SST). Masyarakat yang ingin mengakses siarannya harus mengeluarkan biaya untuk memasang dekoder dan membayar biaya berlangganan tiap bulannya. Tetapi pada tahun 1990, RCTI melepas dekoder dan mengubah sistem siaran menjadi Saluran Siaran Umum.

Dengan demikian, TVRI dan RCTI berada pada dunia persaingan. TVRI mampu memancarkan siarannya hingga ke pelosok sedangkan RCTI mampu mengemas program acara dengan rapi dan menayangkan acara-acara impor. Berbeda dengan TVRI yang menyapa penontonnya dengan kata “saudara”, RCTI menggunakan kata “pemirsa” yang lebih terkesan elegan dan profesional.

Tidak lama setelah RCTI didirikan bermunculan stasiun televisi swasta lain seperti SCTV, TPI, Indosiar, dll. Masing-masing stasiun memiliki gaya dan target pemirsanya masing-masing. Seperti Metro TV, berkonsentrasi pada masyarakat kelas atas yang membutuhkan berita-berita aktual. Trans TV menembak pada masyarakat yang gemar menonton film, dll.

Televisi merupakan bagian dari suatu sistem yang besar yang disebut Trilogi Televisi. Televisi dapat menjalankan semua fungsinya dengan baik jika semua komponen sistemnya berfungsi dengan baik pula. Adapun komponen tersebut adalah stasiun televisi, pemancar dan pesawat televisi. Kita tidak dapat membayangkan jika tiba-tiba seluruh stasiun televisi yang ada tidak dapat memancarkan siarannya, karena pemancarnya rusak atau semua stasiun televisi ditutup. Lalu apa yang kita tonton, meskipun kita masih bisa memanfaatkan televisi untuk memutar VCD/DVD, tetapi tetap saja akan sangat terbatas fungsi pesawat televisi yang dimanfaatkan.

Sebelum internet ditemukan, televisi adalah alat yang dapat menghadirkan peristiwa aktual. Baik itu berupa acara hiburan (live musik), berita, sidang pemerintah, dll.

Televisi juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi, lebih tepatnya komunikasi massa. Karena pasti disaksikan oleh masyarakat yang jumlahnya tidak sedikit. Oleh karenanya televisi adalah media yang sangat ideal untuk mempromosikan sesuatu. Jika diamati televisi dapat menjalankan fungsinya untuk komunikasi massa sebagai media penerangan, pendidikan, hiburan, dan iklan.

Menurut teori sosiologis dari media komunikasi, media massa memiliki fungsi penting bagi kita sebagai masyarakat dan sebagai individu. Untuk bertahannya setiap masyarakat, beberapa fungsi komunikasi harus dijalankan. Kita harus terus mengikuti apa yang terjadi di sekeliling kita – para sosiolog menyebutnya surveillance. Kita harus meletakkan pengamatan dan ide-ide secara bersama, menghubungkannya, dan menginterpretasi apa yang mereka maksudkan – proses yang disebut interpretation. Kita harus trasmit value dari satu generasi atau kelompok kepada yang lain dengan maksud untuk mengelola masyarakat. Dan kita membutuhkan dan menginginkan hiburan.

Stasiun televisi merupakan suatu tempat pusat kegiatan penyiaran program dan acara televisi. Suatu stasiun penyiaran melakukan kegiatan produksi acara dan program kemudian menyiarkan acara tersebut atau bisa juga mengirimkan ke stasiun pusatnya.

Di dalam stasiun televisi terdapat studio televisi yang digunakan sebagai tempat kegiatan produksi acara televisi. Studio dapat berupa ruangan tertutup atau pun di alam terbuka.

Penayangan sebuah program acara televisi bukan hanya bergantung pada konsep penyutradaraan atau kreativitas penulisan naskah, melainkan sangat tergantung pada kemampuan profesionalisme dari seluruh kelompok kerja. Format acara televisi yang terencana akan sangat membantu kelancaran tayangan acara televisi.

Format acara televisi adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara televisi yang akan menjadi landasan kreativitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria utama yang disesuaiakan dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut.

Terdapat lima acuan dasar untuk produksi acara televisi yaitu: Ide, Pengisi acara, peralatan, kerabat kerja, audience.

Ide

Ide merupakan buah pikiran dari seorang perancang acara siaran dalam hal ini seorang produser. Ide merupakan rencana pesan yang akan disampaikan kepada penonton dengan tujuan tertentu.

Pengisi acara

Pengisi acara sangat beragam sesuai dengan jenis acaranya, misalnya pembaca berita, presenter, host , penyanyi, model, penari, artist, pelawak, dll. Jumlah pengisi acara juga tergantung ide acara/rancangan acara.

Peralatan

Peralatan yang harus disediakan dalam suatu studio sangat kompleks dan tergantung kebutuhan. Bisa jadi acara yang satu dengan yang lain membutuhkan peralatan yang berbeda dan dalam jumlah yang berbeda pula. Namun yang biasa ada dalam suatu studio adalah kamera dengan tripod-nya, lampu-lampu, mikrofon, setting/latar, monitor, mixer, dll.

Kerabat kerja

Kerabat kerja ini merupakan satuan kerja yang akan menangani kerja produksi bersama-sama sebagai suatu tim. Masing-masing anggota tim memiliki bidang tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Namun tujuan mereka adalah sama yaitu untuk menghasilkan suatu karya produksi berupa program acara, film, dll.

Visualisasi adalah pengungkapan ide atau gagasan ke dalam bentuk visual atau gambar. Hal penting dalam visualisasi adalah setiap pengambilan gambar dalam proses produksi harus dilandasi dengan adanya motivasi tertentu dan pengambilan gambarnya harus ditunjukkan sejelas mungkin dan dengan sinkronisasi antar gambar satu dengan yang lain.

Masalah visualisasi tidak lepas dari cara dan teknik pengambilan gambar. Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu untuk dicermati.

Komposisi gambar

Untuk mendapatkan komposisi gambar yang bagus sangat tergantung dari bakat dan pengalaman seseorang. Untuk melatihnya dapat kita lakukan dengan sering mengamati objek-objek yang berkaitan dengan pengambilan gambar seperti lukisan, foto, surat kabat, majalah, terutama film. Jika kita sering melakukan pengamatan tersebut maka akan timbul cita rasa yang tinggi dalam hal komposisi gambar.

Teknik pembingkaian

Hal yang perlu diperhatikan dalam teknik pembingkaian:

· Keseimbangan, Yang dimaksud dengan keseimbangan adalah objek dalam bingkai gambar nampak seimbang posisinya. Dengan perimbangan ratio layar 2/5 sampai 3/5 atau 1/3 sampai 2/3.

· Simetri, Menempatkan objek tepat di tengah layar tidak akan menghasilkan gambar yang menarik.

· Equilibrium, Keseimbangan pada setiap gambar menyebabkan komposisi gambar menjadi stabil, netral, dan labil.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam teknik pembingkaian adalah head room, nose room, walking room, efek 3 dimensi dan lain-lain.

Piktuarisasi adalah teknik menghubungkan gambar satu dengan yang lain sehingga menjadi satu seri gambar yang menarik dan berkelanjutan. Agar gambar terlihat dinamis maka perlu adanya gerakan baik dari pemain ataupun kameranya.

READ MORE - Sejarah Televisi

Berlangganan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Category

Coret - Coretan


ShoutMix chat widget

Sponsored

Masukkan Code ini K1-3AYBY3-B untuk belanja di KutuKutuBuku.com
 

Followers

Parameter

    Google bot last visit powered by [0051] powered by [0051] Hits Counter powered by  [0051] Site Meter Msn bot last visit powered by  [0051] Powered by [0051] Google PageRank Checker blog-indonesia.com

PLURK

Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | NdyTeeN. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by Blogtemplate4u .